Kimia Organik_Reaksi Esterifikasi_RPS 10
Esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol yang membentuk suatu ester. Reaksi esterifikasi yang direaksikan dengan katalis asam merupakan reaksi reversibel. Cara untuk memperoleh rendemen ester yang besar ialah dengan pergeseran kesetimbangan reaksi ke arah sisi ester melalui penambahan alkohol berlebih. Berikut penjelasan mengenai esterifikasi :
Temukan saya Shinta Najwa di 00:01 - 01:20
seperti yang telah dijelaskan bahwa esterifikasi menggunakan katalis asam itu merupakan revesible, nah pada buku yang saya baca, pada esterifikasi dengan katalis asam ini menggunakan metode pre-treatment, ataukah pada esterifikasi dengan katalis asam ini hanya dengan metode pre-treatment itu saja ? dan pada katalisnya kenapakah harus asam?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMaksud reaksi reversible disini ialah reaksi bolak balik (berlangsung dalam dua arah) sehingga konversi dibatasi oleh kesetimbangan. Sedangkan maksud dari pre-treatment itu ialah metode dalam pengubahan asam lemak bebas menjadi biodiesel yang dilakukan apabila tingginya kadar asam lemak. Nah, pre-treatment itu sama dengan esterifikasi, bukan metode pada esterifikasi. Katalis pada esterifikasi dibagi menjadi katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis yang sering digunakan ialah katalis homogen seperti asam sulfat. Ion H + dari asam sulfat sebagai asam kuat mendorong asam karboksilat untuk terprotonasi
Hapussehingga reaksi dapat terjadi. Oleh karena itu asam sulfat memiliki aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan katalis heterogen.
lalu mengapa terjadi perlambatan kesetimbangan pada esterifikasi dengan aasam lemak dimana biasanya digunakan katalis padat,padahal dari yang saya baca, katalis yang padat ini mudah dipisahkan dan sifatnya tidak korosif, apa yang membuat adanya kelambatan pada kesetimbangannya?
BalasHapusReaksi esterifikasi merupakan reaksi yang berjalan lambat, sehingga membutuhkan katalis baik katalis homogen maupun heterogen dimana katalis ini justru berfungsi untuk menunjang kecepatan reaksi, tanpa katalis reaksi berjalan sangat lambat karena kecepatannya tergantung pada autoprotonasi dari asam karboksilat.
Hapus